Shalat merupakan salah satu rukun Islam yang harus ditunaikan oleh setiap Muslim.
Karena shalat merupakan komponen terpenting dalam keberlangsungan keimanan seseorang. Rasulullah saw menjelaskan dalam haditsnya, “Pembeda di antara seorang Muslim dan antara kekafiran serta kesyirikan adalah mengenai meninggalkan shalat.” (HR. Muslim). Hadits ini menjelaskan betapa pentingnya shalat.
Karena shalat merupakan komponen terpenting dalam keberlangsungan keimanan seseorang. Rasulullah saw menjelaskan dalam haditsnya, “Pembeda di antara seorang Muslim dan antara kekafiran serta kesyirikan adalah mengenai meninggalkan shalat.” (HR. Muslim). Hadits ini menjelaskan betapa pentingnya shalat.
Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk membiasakan sejak dini
pribadi Muslim untuk mengerti dan paham tentang shalat. Bahkan akan
lebih bagus lagi jika anak sudah diajarkan tata cara shalat sejak masih
usia dini.
Berikut ini tips mendidik anak ibadah shalat.
1. Mulai dengan Memberi Contoh
Seorang anak biasanya akan cepat menangkap sesuatu menurut apa yang
dilihatnya. Karena daya tangkap yang dimiliki seorang anak sangatlah
tinggi. Oleh karena itu perlu adanya percontohan yang baik dari lawan
mainnya, terutama dari pihak orang tua.
Menyaksikan kedua orang tua melakukan shalat lima waktu setiap hari sejak dini, membuat anak terpicu untuk meniru. Apalagi memang sang ayah sengaja mengajar anaknya untuk ikut ke masjid guna menunaikan ibadah shalat berjama’ah, tentu ini sangat membantu daya tangkap sang anak dalam membiasakan diri bersama lingkungan orang-orang yang shalat sehingga memotivasi dirinya untuk bisa seperti apa yang dilihatnya.
Menyaksikan kedua orang tua melakukan shalat lima waktu setiap hari sejak dini, membuat anak terpicu untuk meniru. Apalagi memang sang ayah sengaja mengajar anaknya untuk ikut ke masjid guna menunaikan ibadah shalat berjama’ah, tentu ini sangat membantu daya tangkap sang anak dalam membiasakan diri bersama lingkungan orang-orang yang shalat sehingga memotivasi dirinya untuk bisa seperti apa yang dilihatnya.
Hal ini pernah dilakukan oleh salah seorang sahabat Nabi ketika
mengajarkan sahabat lainnya shalat sesuai dengan yang dicontohkan oleh
Nabi saw. Sahabat tersebut shalat dari awal hingga akhir dihadapan para
sahabat yang lain seraya berkata, “Kemarilah kalian! Akan aku
perlihatkan kepada kalian sifat shalat Nabi saw.
Contoh metode pengajaran seperti ini sangat diterapkan oleh
Rasulullah dan para sahabatnya. Demikian itu karena teori semata sulit
untuk dipahami dan membutuhkan waktu yang lama bahkan mudah terlupakan,
berbeda dengan apa yang dialami dan dilihat secara langsung. Ini berarti
orang tua dan para pendidik tidak cukup hanya menyediakan buku-buku
bacaan seputar wudhu dan shalat atau hanya memerintahkan anak untuk
melakukan shalat, namun mereka juga untuk memberikan keteladanan berupa
praktik amali di hadapan anak-anak mereka seperti yang dicontohkan
Rasulullah saw, sebaik-baik para pendidik dan sahabat beliau.
2. Mengajarkan Rukun-rukun dan Wajib-wajib Shalat
Ketika anak memasuki usia sekolah maka mulailah anak untuk siap
mempelajari tata cara shalat yang benar sesuai dengan sunnah Nabi saw.
Misalnya pada waktu-waktu shalat orang tua mengajak anak untuk langsung
melakukan shalat dengan bimbingan. Mulai dari tata cara thaharah dan
berwudhu pada anak, bagaimana membentuk barisan, diikuti dengan praktek
shalat yang benar serta menghafalkan doa-doa secara bertahap.
Cara ini dilakukan agar si anak menjadi disipilin dalam mendirikan
ibadah shalat. Jangan lupa diajarkan juga tentang sistematika yang baik
dan benar.
3. Mengoreksi Kesalahan
Sebagian orang tua menganggap bahwa tidak mengapa membiarkan anak
melakukan kesalahan dalam setiap pemenuhan syarat dan rukun dalam ibadah
shalat. Mereka biasanya beralasan bahwasanya toh masih anak-anak ini,
sehingga kebanyakan berprinsip “masih mending mau shalat juga”, dari
pada nggak..!!
Adapun contoh-contoh kesalahan yang sering dibiarkan misalnya
membiarkan anak wudhu tidak sempurna, pakaian yang tidak sesuai dan
gerakan shalat yang cenderung asal-asalan. Padahal pendidikan yang
membekas itu akan didapat manakala diajarkan sejak dini. Oleh karena itu
hendaknya orang tua senantiasa memperhatikan kesalahan dan kekeliruan
yang dilakukan si anak dalam menjalankan praktek ibadah shalat.
Perlu diketahui bahwa meskipun hukum-hukum syari’at belum berlaku bagi anak, namun Allah SWT memerintahkan dan memberi beban kepada para wali untuk memberlakukan hukum-hukum syari’at kepada anak-anak mereka.
Rasulullah saw bersabda: “Perintahkan anak-anak kalian untuk
menunaikan shalat ketika mereka berusia 7 tahun dan pukullah mereka jika
meninggalkannya ketika mereka telah berusia 10 tahun.” (HR. Abu Dawud)
Hadits di atas jelas memerintahkan kepada kita untuk serius dalam
mempersiapkan pendidikan shalat pada anak. Karena ibadah shalat
merupakan salah satu rukun Islam yang hukumnya wajib dikerjakan dan
haram untuk ditinggalkan bagi siapapun mereka yang sudah baligh. Oleh
karena itu, wajib bagi setiap orang tua untuk senantiasa mengajarkan
anak praktek shalat sejak dini.






0 komentar:
Posting Komentar